7 Makanan Ini Sebaiknya Dihindari Jika Tak Ingin Segera Terlihat Tua

Tidak hanya usia yang mempengaruhi kesehatan kulit. Makanan juga mempunyai pengaruh yang besar untuk menciptakan kerutan di wajah. "Makanan berkualitas rendah, seperti lemak trans, menyebabkan peradangan. Dan penuaan pada dasarnya adalah kondisi peradangan kronis," kata Timothy Harlan, dokter sekaligua asisten profesor di Fakultas Kedokteran Tulane University dikutip dari Web MD via kompas.com.

Melansir pada artikel yang sama, makan terlalu banyak gula dan karbohidrat olahan seperti pasta atau roti dapat menyebabkan kerusakan kolagen kulit. Padahal, kolagen merupakan senyawa yang membuat kulit kenyal dan melawan kerutan. Untuk itu, ada beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari jika tidak ingin segera terlihat tua.

Apa saja? Kentang goreng adalah camilan yang disukai banyak orang. Tapi, merangkum dari Healthline, makanan yang digoreng dengan minyak bersuhu tinggi seperti kentang goreng dapat melepaskan radikal bebas.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan sel pada kulit. Paparan radikal bebas mempercepas proses penuaan dan mempengaruhi molekul DNA dan melemahkan elastisitas kulit. Selain itu, kentang goreng mengandung tinggi garam.

Ini dapat membuat kulit dehidrasi dan lebih rentan terhadap kerutan. Sesekali mengonsumsi daging olahan seperti hot dog atau pepperoni memang boleh dilakukan. Tapi, sebaiknya jangan sering dilakukan.

Pasalnya, daging olahan bisa berbahaya bagi kulit. Daging olahan biasanya tinggi natrium, lemak jenuh, dan sulfit. Kandungan kandungan tersebut dapat membuat kulit dehidrasi dan melemahkan kolagen.

Seperti namanya, daging berlemak memiliki kadar lemak tinggi. Sayangnya, jenis daging ini biasanya lebih banyak menyimpan lemak jenuh. Lemak jenuh sendiri buruk bagi kulit karena dapat menyebabkan peradangan. Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang tidak mengonsumsi margarin lebih terhindar dari kerusakan kulit dan kerutan dibanding yang melakukannya.

Ini mungkin berhubungan dengan fakte bahwa margarin memiliki kadar minyak terhidrogenasi parsial yang tinggi. Asam lemak trans ini dapat membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi ultraviolet yang dapat merusak kolagen dan elastisitas kulit. Gula adalah salah satu biang kerok terkenal dalam masalah kulit seperti jerawat.

Kabar buruknya lagi, gula berkontribusi dalam pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) yang merusak kolagen. Saat kadar gula dalam tubuh meningkat, proses AGEs juga distimulasi. Bahkan, kondisi yang menyebabkan penuaan ini terjadi lebih cepat dibanding saat kulit terpapar matahari.

Jadi, ada baiknya Anda mengurangi konsumsi gula maupun makanan manis. Soda dan kopi secara tidak langsung juga dapat mempercepat penuaan. Cara keduanya adalah dengan memperburuk kualitas tidur Anda.

Kualitas tidur yang buruk sendiri telah banyak dikaitkan dengan tanda tanda penuaan seperti lingkar hitam mata, keriput, dan garis garis halus. Konsumsi alkohol sejak lama telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali kesehatan kulit. Pada kulit, alkohol dapat menyebabkan kemerahan, bengkak, hilangnya kolagen, hingga kerutan.

Itu karena alkohol dapat menghabiskan nutrisi, hidrasi, dan kadar vitamin A pada kulit. Kabar buruknya, hal tersebut dapat berdampak langsung pada kerutan. Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *