Ayah Meninggal dan Ibu Sakit, Wanita Ini Masih Saja Dianiaya Suami, Akhirnya Digotong Tetangga

Seorang wanita bernama Suparmi (49) yang dalam kondisi berduka lantaran ayahnya meninggal dan ibunya sakit, masih saja menjadi korban KDRT suaminya SR (44). Para tetangga pun sampai kaget dan akhirnya berusaha menolong korban yang tak berdaya. Pasangan suami istri itu adalah warga Kampung Kuripan, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah.

Menurut para tetangga tempat tinggal pelaku dan korban, korban baru saja kehilangan sang ayah, dan ibunya yang sudah tua juga sedang dalam kondisi sakit. Tetangga mengaku terkejut, karena ibu korban yang juga mertua dari pelaku sedang dalam kondisi sakit. Warga mendengar teriakan ibu korban yang hanya bisa terbaring di kamarnya.

"Ibu korban itu ada di rumah. Tapi sedang sakit dan tidak bisa apa apa. Hanya saja, waktu itu terdengar meminta tolong (karena adanya ribut ribut pelaku dan korban)," kata salah seorang warga, Rabu. Warga mengatakan, SR dan Suparmi jarang terdengar cekcok mulut apalagi sampai ribut besar. Keduanya menurut warga terasa adem adem saja dalam berumah tangga.

Tetangga tempat korban dan pelaku tinggal mengaku terkejut karena pada saat kejadian, mendengar teriakan Suparmi meminta tolong. Merasa tak dihargai perannya sebagai seorang suami, SR (44) warga Kampung Kuripan, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, hampir habisi nyawa sang istri, Suparmi (49). Namun begitu, tetangga tidak berani masuk karena ada pelaku SR di dalam rumah.

Setelah pelaku keluar rumah, barulah tetangga berani masuk dan menolong Suparmi. "Posisi korban waktu itu sudah tertidur di lantai dapurnya." "Setelah itu digotong ke kamar, terus diberi pertolongan pertama oleh warga," kata salah seorang tetangga korban yang enggan disebut namanya, Rabu.

Tak hanya itu, korban yang sudah dalam kondisi luka lecet dan lebam di badan dan wajah, kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk diberi pelayanan medis. "Setelah dibawa ke Puskemas, kondisi korban berangsur baikan, dan dia menceritakan kronologis itu (KDRT), dan niatnya untuk melapor ke polisi," ucap tetangga tersebut. Pelaku SR mengaku melakukan tindakan KDRT kepada istrinya sendiri, lantaran dirinya geram dengan ucapan Suparmi.

Merasa tak dihargai perannya sebagai seorang suami, SR (44) warga Kampung Kuripan, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, hampir habisi nyawa sang istri, Suparmi (49). SR mengatakan, istrinya mengucapkan keberadaan dirinya diri rumah tidak memiliki peran apa apa. Mendengar hal itu SR naik pitam.

"Dia (Suparmi) bilang, silakan saya pergi saja dari rumah karena tidak ada gunanya sebagai seorang suami di rumah," terang SR kepada penyidik Polsek Padang Ratu, Rabu. Pelaku mengakui ucapannya hendak membunuh Suparmi. Namun hal itu diucapkan tidak dengan sungguh sungguh, hanya lantaran emosi sesaat saja.

"Saya hanya emosi saja dan mengancam begitu (akan membunuh korban)." "Saya gak tahan emosi karena saya sebagai suami gak dianggap oleh dia (Suparmi)," ujar lelaki berprofesi sebagai petani itu. Setelah melakukan tindakan KDRT terhadap Suparmi, kemudian SR memilih untuk pergi dari rumah dan tinggal di rumah kerabatnya.

Sebelumnya diberitakan, merasa tak dihargai perannya sebagai seorang suami, SR (44) warga Kampung Kuripan, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah, hampir habisi nyawa sang istri, Suparmi (49). SR yang merasa tak dilibatkan dalam prosesi meninggalnya sang mertua, justru mengancam Suparmi dengan akan membunuhnya setelah 40 hari kepergian orangtua dari Suparmi. Kepala Polsek Padang Ratu Kompol Muslikh mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan SR terjadi pada, Jumat (2/10/2020).

"Korban yang tak lain adalah istri dari pelaku SR dipukuli oleh SR. Pelaku merasa tak dihargai prosesi meninggalnya orangtua dari korban, dirinya tak dilibatkan," terang Kompol Muslikh, Rabu (7/10/2020). Korban dalam laporannya, LP/ 164 B /X/2020/ RES LT / Polsek Patu , Tanggal 03 Oktober 2020, menceritakan dirinya menjadi korban KDRT sang suami. "Korban mengaku dicekik dan dipukuli. Selain itu, pelaku mengancam setelah 40 hari kematian orangtuanya, pelaku akan membunuh korban," jelas Kapolsek.

Pelaku kami amankan di rumahnya, Kamis (4/10/2020) dan saat ini masih mendekam di Mapolsek Padang Ratu. SR dijerat Pasal Pasal 44 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan dalam rumah tangga atau Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *