Ketahui Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal, Cegah Sebelum Kondisinya Parah



Fungsi ginjal yang utama adalah membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Menurut National Kidney Foundation, sisa limbah tersebut dikeluarkan tubuh lewat urine melalui proses ekskresi. Ginjal juga berfungsi menyeimbangkan cairan, melepaskan hormon pengatur tekanan darah, menghasilkan formula aktif pembentuk vitamin D, dan mengontrol produksi sel darah merah.

Namun, penyakit ginjal mengakibatkan penurunan fungsi ginjal seperti di atas. Bahkanhinggatahap gagal ginjal. Dilansir dari Medical News Today, gangguan fungsi ginjal menyebabkan penumpukan limbah dan cairan berbahaya di dalam tubuh. Berdasarkan tingkat kerusakan ginjal, penyakit ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium, dari stadium awal atau stadium 1 sampai stadium 5 atau gagal ginjal.

Setiap tahapan tersebut menunjukkan kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dan cairan di dalam tubuh. Indikasinya diukur dengan perkiraan laju filtrasi glomerulus (estimated glomerular filtration rate atau eGFR). Besarnya angka eGFR bisa dilihat dengan melakukan tes darah kreatinin untuk menakar banyak sedikitnya limbah dalam darah.

Menurut Kindeyfund.org, angka eGFR pada penyakit ginjal stadium awal masih berada di atas 90. Pada penyakit ginjal stadium awal, fungsi ginjal untuk menyaring limbah masih berjalan. Kendati demikian, gejala penyakit ginjal sudah mulai muncul. Stadium selanjutnya, ginjal perlu bekerja ekstra keras untuk membuang limbah. Pada stadium akhir atau stadium lima, ginjal sudah sama sekali tidak berfungsi.

Penyakit ginjal sering diabaikan sampai penyakitnya berkembang ke tahap yang lebih parah. Beberapa penderita tidak merasakan gejala penyakit ginjal sampai stadium akhir karena tanda tanda sakitnya mirip dengan masalah kesehatan lain. Berikut beberapa gejala awal penyakit ginjal yang tak boleh diabaikan:

Penyakit ginjal dapat disembuhkan dan gagal ginjal bisa dicegah apabila terdeteksi sejak awal. Untuk itu, lakukan pemeriksaan fungsi ginjal, tes urine untuk melihat kadar albumin, dan tes darah untuk melihat kadar kreatinin. Pemeriksaan tersebut penting dilakukan terutama bagi orang lanjut usia, pengidap diabetes, penderita tekanan darah tinggi, dan punya keluarga yang mengindap penyakit ginjal.

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *