Nenek 80 Tahun di Lamongan Hidup Sebatang Kara, Relawan Galang Donasi, Terkumpul Rp 12 Juta



Viral di media sosial video yang memperlihatkan kondisi seorang nenek berusia 80 tahun di Lamongan. Nenek bernama Mbah Muntilah yang sudah berumur 80 tahun ini diketahui telah hidup sebatang kara. Mbah Muntilah berasal dari Dusun Dagean, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Lamongan, Jawa Timur.

Satu diantara video viral yang memperlihatkan kondisi Mbah Muntilah, dibagikan oleh pemilik akun Instagram @poernomo_dtt. Dalam video tersebut, tampak kondisi Mbah Muntilah yang memprihatinkan. Purnomo yang saat ini berprofesi sebagai anggota Kepolisian, menceritakan Mbah Muntilah tinggal sendiri di rumahnya.

Ia mengungkapkan pertama kali mendengar kabar mengenai kondisi Mbah Muntilah dari yayasan Graha Sosial Lamongan (GSL). Diketahui Purnomo memiliki sebuah yayasan bernama Berkas Bersinar Abadi. Mengetahui kondisi Mbah Muntilah memprihatinkan, maka ia berinisiatif untuk menggalang dana bersama relawan lainnya untuk membantu.

Saat dikonfirmasi mengenai berita yang beredar soal suami Mbah Muntilah telah tiada dan tidak memiliki anak, Purnomo pun membenarkannya. Dilihat dari video yang telah diposting, Purnomo bersama relawan lainnya memberikan sejumlah bantuan dana kepada Mbah Muntilah. Bantuan tersebut terkumpul Rp 12 juta.

"Kemudian saya bersama teman teman menggalang donasi. Terkumpul 12 juta kemarin sore kami serahkan," ungkap Purnomo. Hari ini, Rabu (27/1/2021), direncanakan bantuan akan diberikan kembali kepada Mbah Muntilah sebanyak lima juta rupiah. Purnomo lalu menyampaikan, saat bantuan akan diberikan, para relawan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak desa.

Dari hasil koordinasi tersebut, didapat keputusan bahwa ke depannya Mbah Muntilah akan dirawat oleh orang yang ditunjuk kepala desa (kades). "Saat kami ke sana kami berkoordinasi dengan pihak desa, Pak Kades." "Ke depan, Mbahnya akan dirawat khusus oleh satu orang ditunjuk oleh Pak Kades dan biaya ditanggung desa karena kasihan," ungkap Purnomo.

Purnomo yang saat ini menjabat sebagai Kanit Lantas (Kepala Unit Lalu Lintas) Polsek Babat mengungkapkan kehidupan Mbah Muntilah selama ini dibantu oleh kepala desa setempat menggunakan uang pribadi. Pria berusia 40 tahun ini juga menyampaikan Mbah Muntilah sebenarnya masih memiliki keponakan, namun tidak tinggal satu rumah dengannya. "Keponakanya juga ada keluarga dan tidak satu rumah. Ada keperluan lain juga," ungkapnya.

"Makanya kemarin saya sama Pak Kades sepakat kalau Mbah diawasi satu orang dan akan digaji setiap bulan biar lebih efektif," imbuhnya. Setelah kondisi Mbah Muntilah viral, kini keponakannya tersebut datang setiap hari untuk menjaga. Sebelumnya beredar di media sosial mengenai kondisi Mbah Muntilah yang memprihatinkan.

Banyak masyarakat yang tergerak hatinya membantu Mbah Muntilah. Mengetahui hal tersebut, Purnomo menyampaikan Mbah Muntilah harus benar benar dirawat dan kondisinya perlu sering dipantau. "Harus dirawat dan dipantau lagi, apalagi dengan banyaknya donasi masuk harus lebih dipakai untuk kepentingan si Mbah," ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *