Penumpang di Bandara Soekarno Hatta Bingung, Wajibkah Tes Antigen?

Sejumlah penumpang di Bandara Soekarno Hatta merasa kebingungan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan penumpang pesawat melakukan tes antigen. Seorang penumpang mengaku bernama Andi yang hendak melakukan perjalanan menggunakan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta hanya membawa surat keterangan rapid test. "Banyak penumpang bingung apakah harus pakai surat keterangan antigen atau cukup rapid test saja," kata Andi saat berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (19/12/2020) pagi.

Andi mengatakan, dirinya dan juga penumpang lain hanya membawa surat keterangan rapid test dan diperbolehkan check in. Setibanya di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, para calon penumpang harus validasi rapid test sebelum check in. Andi juga mendengar banyak yang refund tiket dan suap antigen gara gara keterangan pemda bahwa mulai 18 Desember harus antigen.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bagi masyarakat yang hendak ke luar atau masuk DKI Jakarta melalui udara wajib rapid test antigen. Riza menyebut, rapid test antigen paling tidak dilakukan H 3 sebelum keberangkatan. Ketentuan itu berdasarkan aturan Pemerintah Pusat dan tidak hanya diterapkan di DKI Jakarta.

"Penerbangan menuju semua bandara di Jawa, penumpang wajib PCR atau rapid antigen maksimal H 3 sebelum keberangkatan," kata Riza di Balaikota Jakarta, Jumat (18/12/2020). Menurut Riza, rapid test antibodi saat ini sudah tidak lagi. "Rapid antibodi tidak berlaku, rapid antigen nya sudah ditentukan," ujar Riza.

Sementara untuk perjalanan darat di Pulau Jawa, pelaku perjalanan diminta untuk melakukan rapid antigen sebelum keberangkatan. Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta siap melakukan pengecekan hasil rapid test antigen yang dibawa masyarakat yang bepergian keluar masuk Jakarta. Untuk perjalanan domestik, anak anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes Covid 19 baik PCR maupun tes antigen.

Dia menekankan, semua biaya tes Covid 19 untuk keperluan perjalanan di masa libur Natal dan Tahun Baru merupakan tanggungjawab masyarakat sendiri. "Pelaku perjalanan membayar sendiri tes, bukan tanggung jawab pemerintah," kata dia. Orang yang mendapat hasil tes positif tetapi tetap bepergian, akan ditempatkan di tempat karantina terdekat oleh petugas.

"Nanti dicek (dibawa ke tempat karantina) yang terdekat kalau ada yang positif," ucap dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *