Peringatan Dini BMKG Sabtu 5 September 2020: 5 Wilayah Berpotensi Hujan Petir & Angin Kencang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis informasi peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi peringatan dini cuaca ekstrem ini berlaku untuk besok,Sabtu (5/9/2020). BMKG melalui laman resmi , memprediksi terdapat 5 wilayah berpotensi hujan petir dan angin kencang yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi terpantau memanjang. Konvergensi yang memanjang terpantau dari Kalimantan Utara bagian Selatan, Kalimantan Tengah bagian Utara hingga Laut Cina Selatan bagian Selatan. Konvergensi juga memanjang dari Sulawesi Tenggara bagian Timur hingga Selat Makassar bagian Tengah.

Wilayah Papua Nugini bagian Barat hingga Teluk Cendrawasih juga terjadi wilayah konvergensi yang memanjang. Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Aceh

Sumatera Utara Sumatera Barat Riau

Bengkulu Jambi Banten

Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur

Kalimantan Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan Maluku Utara Maluku

Papua Lampung Jawa Barat

Jabodetabek Sulawesi Tenggara Papua Barat

Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Selat Sape bagian selatan

Selat Sumba bagian barat Laut Sawu bagian selatan Samudera Hindia selatan Sumba Sabu

Perairan selatan Kupang Rote Samudera Hindia selatan Kupang Rote Samudera Hindia barat Mentawai

Perairan timur Enggano Samudera Hindia barat Bengkulu Selat Bali bagian selatan

Selat Badung Selat Lombok bagian selatan Samudera Hindia selatan Bali

Selat Alas bagian selatan Samudera Hindia selatan NTB Selat Sunda bagian selatan

Perairan selatan Banten Samudera Hindia barat Lampung Perairan Sukabumi Cianjur

Perairan Garut Pangandaran Samudera Hindia selatan Jawa Barat Perairan Cilacap

Perairan Kebumen Purworejo Perairan Yogyakarta Samudera Hindia selatan Jawa Tengah

Samudera Hindia barat Aceh Samudera Hindia barat Nias Laut Jawa bagian timur Masalembo

Perairan selatan Jawa Timur Samudera Hindia selatan Banten Samudera Hindia selatan Jawa Timur

Laut Natuna Perairan Kep.Bangka – Belitung Laut Maluku bag.selatan

Perairan Kep.Halmahera Laut Halmahera Pusat Tekanan Rendah (1005 hPa) terjadi di Samudera Pasifik timur Filipina.

Pola sirkulasi udara terpantau di Perairan utara Papua Barat. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara Barat Daya dengan kecepatan 6 20 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur Tenggara dengan kecepatan 6 20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Karimata, Perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makasar bagian selatan dan Perairan selatan Jawa.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Perahu Nelayan(Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m) KapalTongkang(Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)

Kapal Ferry(Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m) Kapal Ukuran BesarsepertiKapal Kargo/Kapal Pesiar(Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggidiminta agartetap selalu waspada.

Pembaruan informasi ini disampaikan pada Jumat (4/9/2020) oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *