Perlakuan Eiger ke Konsumen Jadi Sorotan, YLKI Ikut Buka Suara: Harusnya Justru Berterima Kasih



Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi ikut menanggapi viralnya surat keberatan Eiger yang dilayangkan kepada konsumennya. Tulus menilai, surat keberatan tersebut terlalu mengintervensi hak konsumen. Perlakuan tersebut juga dinilai kurang pas dilakukan oleh merek pakaian dan peralatan rekreasi alam itu.

"Apa yang dilakukan Eiger kurang pas, terlalu intervensi kepentingan dan hak konsumen," kata Tulus kepada , Jumat (29/1/2021). Tulus menuturkan, justru video review mengenai produk Eiger mestinya menjadi masukan bagi perusahaan. Bukan malah memberi surat keberatan kepada konsumennya.

"Managemen Eiger seharusnya berterima kasih atas input dan masukan konsumen," ucap Tulus. Tulus menegaskan, hak konsumen untuk didengar pendapatnya, keluhannya, serta pengaduannya telah dijamin. Hal tersebut tertuang dalam Pasal 4 Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Menurut Tulus, Eiger selaku pelaku usaha harusnya tidak perlu risih terhadap apa yang disampaikan oleh konsumen. Sebab, konsumen tersebut memberikan saran baik agar kualitas produk Eiger semakin dicintai pelanggannya. "Apa yang dilakukan konsumen justru good inpu t agar produk Eiger makin berkualitas dan dicintai konsumen," kata dia.

Sebelumnya diketahui, lini masa media sosial Twitter tengah ramai oleh unggahan Youtuber yang dikomplain Eiger karena me review produknya. Bahkan, hingga Jumat (29/1/2021) pukul 11.00 WIB, Eiger masih menduduki puncak topik terpopuler dengan lebih dari 52 ribu cuitan. Adapun, kasus komplain review produk ini bermula dari cuitan pemilik akun @duniadian pada Kamis (28/1/2021) kemarin.

Dalam cuitannya, Youtuber bernama Dian Widiyanarko ini mengunggah postingan surat keberatan dari pihak Eiger. Dalam surat tersebut, pihak Eiger mengungkapkan tiga poin keberatannya atas video berjudul "REVIEW Kacamata EIGER Kerato | Cocok Jadi Kacamata Sepeda" yang diunggah Dian di YouTube. Adapun tiga poin tersebut di antaranya kualitas video ulasan produk yang dianggap kurang bagus dari segi pengambilan gambar, sehingga produk Eiger terlihat berbeda dengan aslinya.

Kemudian, ada suara di luar video (noise) yang mengganggu dan terakhir lokasi pengambilan video dianggap kurang layak. Berdasarkan tiga poin tersebut, pihak Eiger berharap Dian dapat memperbaiki videonya atau menghapusnya dari YouTube. Mendapat komplain itu, Dian merasa kaget karena ia tidak mengulas produk Eiger untuk mendapatkan bayaran.

"Jujur kaget saya dapat surat begini dari anda (Eiger). Lebih kaget lagi baca poin keberatannya. Saya kan review produk gak anda endorse. Kalau anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu. Lha ini beli, gak gratis, lalu review pake alat sendiri," ujar Dian di akun Twitter pribadinya, @duniadian, hingga menjadi viral. Dian mengaku kecewa karena dirinya merupakan konsumen setia Eiger sejak lama.

Bahkan, ia sampai mengatakan tidak akan pernah membeli produk Eiger lagi. Dian juga menyebut tidak akan menghapus video review produknya di Youtube. Pihak Eiger akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada YouTuber Dian Widiyanarko.

Melalui surat pernyataan resmi, CEO PT Eigerindo MPI, Ronny Lukito mengakui surat yang dikirimkan kepada Dian adalah surat resmi dari perusahaan. "Atas nama perusahaan PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI), sebagai perusahaan yang menaungi Eiger Adventure, dengan rendah hati kami menyampaikan permintaan maaf sebesar besarnya kepada masyarakat atas masalah yang terjadi," bunyi surat pernyataan resmi yang diterima , Kamis (28/1/2021) malam. "Kami sadar apa yang kami lakukan tidak tepat dan salah. Sejatinya maksud dan tujuan kami adalah untuk memberikan masukan kepada reviewer agar lebih baik lagi."

"Tetapi sekali lagi, kami menyadari bahwa cara penyampaian kami salah," ujarnya. Dengan kejadian ini, ia menyampaikan permohonan maaf sebesar besarnya kepada pelanggan setia Eiger atau Eigerian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *