Update Corona 18 September WNI di Luar Negeri: 1.416 Positif, 1.001 Sembuh, 120 Meninggal Dunia

Pemerintah kembali memperbarui data kasus Covid 19 yang dialami Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Hingga Rabu (16/9/2020) pukul 08.00 WIB, tercatat total 1.416 WNI terpapar Covid 19 di luar negeri. Dikutip dari Twitter @Kemlu_RI , sebanyak 1.001 kasus telah dinyatakan sembuh.

Sedangkan 120 WNI tercatat meninggal dunia akibat Covid 19. Sebanyak 295 WNI kini dalam perawatan. Dari data yang diunggah, kasus WNI terpapar Covid 19 di luar negeri paling banyak berada di Arab Saudi.

Total terdapat 211 WNI terkonfirmasi Covid 19. Sebanyak 55 orang dinyatakan sembuh dan 72 meninggal dunia. Kemudian di Qatar jumlah WNI yang terpapar Covid 19 berjumlah 131 orang.

Sebanyak 117 dinyatakan sembuh dan 1 meninggal dunia. Lalu di Kuwait, jumlah WNI yang terpapar mencapai 118 orang. Sebanyak 109 dinyatakan sembuh dan 3 meninggal dunia.

Sementara kasus tinggi juga tercatat di Malaysia. Data yang dihimpun menyebut 168 WNI di Negeri Jiran terpapar Covid 19. Sebanyak 52 orang sudah dinyatakan sembuh dan 2 meninggal dunia.

Adapun WNI yang berada di kapal pesiar, total 185 orang positif Covid 19. Sebanyak 170 sembuh dan 6 meninggal dunia. Sementara itu Indonesia membuka peluang kerja sama pengembaan vaksin Covid 19 dengan perusahaan dan perguruan tinggi di Jepang.

Dilansir rilis KBRI Tokyo yang diunggah laman kemenlu.go.id , perwakilan Indonesia di Jepang mengunjungi perusahaan Shionogi & Co., perusahaan yang bergerak di bidang riset, pengembangan dan produksi vaksin serta alat kesehatan, Rabu (09/09/2020). Perusahaan tersebut berkantor pusat di Osaka. Perwakilan Indonesia berkesempatan untuk menemui Vice President Shionogi & Co.,Takuko Sawada.

KUAI KBRI Tokyo, Tri Purnajaya menyampaikan Indonesia terbuka untuk peluang kerja sama vaksin, baik dari segi penelitian, pengembangan, uji klinis hingga produksi. "Terlebih lagi, Indonesia dan Jepang telah sepakat untuk terus memperkuat kerja sama dalam mengatasi pandemi Covid 19," tulis keterangan dalam rilis tersebut. Diharapkan ke depannya, Shionogi dapat menjadi bagian dari komitmen tersebut.

"Meski riset vaksin Covid 19 yang dilakukan masih dalam tahap penelitian, namun Shionogi menyambut baik tawaran kerja sama pihak Indonesia," ungkapnya. Tri Purnajaya mengungkapkan penanganan pandemi harus menjadi prioritas bersama. "Untuk itu, kontribusi positif dan kerja sama dengan berbagai pihak penting bagi keberhasilan penemuan vaksin," paparnya.

Sementara itu Shionogi & Co. berencana melakukan uji klinis dan berharap dapat segera meluncurkan vaksin pada musim gugur tahun depan. Prinsip keamanan jangka panjang pun dikedepankan dalam prosesnya. Saat ini Shionogi merupakan perusahaan yang tergolong paling maju dalam riset vaksin Covid 19 di Jepang.

Pada saat yang bersamaan, penjajakan juga dilakukan dengan Research Institute for Microbial Diseases (RIMD) Universitas Osaka. RIMD terlibat dalam proses riset vaksin Covid 19 bekerja sama dengan perusahaan farmasi rintisan universitas tersebut. Senada dengan Shionogi, Universitas Osaka menyambut baik peluang kerja sama dengan Indonesia.

Adapun kerja sama yang dijalin ditekankan tidak terbatas pada pendidikan dan penelitian tetapi juga industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *